Penerapan Standar Jadi Fokus BRMP Papua dalam Diseminasi SNI Pati Sagu
Sentani, 21 Oktober 2025 – Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Standar Nasional Indonesia (SNI) 3729 : 2023 Pati Sagu dengan tema “Meningkatkan Mutu dan Daya Saing Produk Tepung Sagu”.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk layanan publik BRMP Papua dalam mendukung peningkatan mutu produk pertanian lokal serta penerapan standar nasional di sektor pangan. Adapun agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi ruang lingkup SNI 3729 : 2023 - Pati Sagu, mendorong penerapan SNI Pati Sagu dalam produksi dan distribusi, serta meningkatkan mutu dan daya saing tepung sagu.
BRMP Papua pun menayangkan terlebih dahulu video layanan pengolahan sagu di BRMP Papua. Materi disampaikan langsung oleh Kepala BRMP Papua, Dr. Aser Rouw, SP., M.Si., yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya penerapan standar mutu dalam setiap kegiatan, termasuk pada proses pengolahan pati sagu. Sagu sendiri tidak hanya dapat diolah sebagai produk pangan, tetapi juga industri non pangan.
Dr. Aser Rouw, SP., M.Si juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan menegaskan bahwa penerapan standar menjadi dasar dalam mewujudkan pelayanan publik yang baik, benar, dan berorientasi pada hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan diikuti oleh kelompok wanita tani, pelaku UMKM, kelompok tani, tokoh masyarakat dari Kampung Maribu, serta perwakilan dari dinas teknis terkait. Kehadiran peserta dari berbagai unsur ini menunjukkan semangat bersama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk pangan lokal, khususnya sagu sebagai komoditas unggulan Papua.
Agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi. Para peserta secara proaktif menyampaikan pertanyaan dan diskusi terkait SNI ini. Salah satunya Veronica dari Kelompok Wanita Tani Kampung Sereh, ia menyampaikan bahwa pemaparan yang diberikan dalam kegiatan ini sangat bermanfaat. Ia menilai pentingnya penerapan SNI sebagai jaminan mutu produk, serta menanyakan kemungkinan dukungan dalam proses pembuatan olahan sagu untuk dikirim ke Vietnam.
Peserta lainnya yang merupakan pelaku usaha tepung sagu dan produk turunannya, mengungkapkan bahwa inisiatif membuat tepung sagu menjadi tantangan tersendiri dalam usaha. Meskipun telah memiliki perizinan usaha termasuk sertifikat halal, ia menyampaikan bahwa penerapan SNI masih menjadi kendala dan berharap adanya pendampingan khusus dari BRMP Papua agar produknya dapat memenuhi standar yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, pihak BRMP Papua menyampaikan bahwa seluruh proses penerapan standar akan didampingi secara bertahap dan berkelanjutan. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha agar lebih konsisten dalam menjaga mutu dan keberlanjutan produksinya sesuai SNI. Melalui kegiatan ini, BRMP Papua tidak hanya memberikan sosialisasi terkait SNI, tetapi juga memperkuat komitmen untuk hadir langsung dalam proses pendampingan di lapangan. Diseminasi ini menjadi langkah nyata BRMP Papua dalam menghadirkan layanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendorong penerapan standar sebagai fondasi utama pengembangan pertanian modern di Tanah Papua.